Pada artikel bagian 1, kita telah membahas tentang bagaimana momentum selalu ada dalam kalender bisnis. Ramadan dan Idul Fitri yang baru saja berlalu adalah momentum ketika bisnis dan brand bisa memberikan respon terbaik untuk peningkatan bisnisnya. Respon yang pertama adalah brand awareness untuk meningkatkan daya saing. Respon selanjutnya adalah sebagai berikut.


Beberapa respon lain yang bisa diberikan brand dalam memanfaatkan momentum untuk bisnis: 

2. Brand sebagai Media Market Expansion
Perluasan pasar adalah salah satu benefit yang dilirik oleh pelaku bisnis dalam menghadapi momentum. Secara umum, pada momentum bisnis peningkatan permintaan terjadi secara menyeluruh. Semua target pelanggan proaktif dalam memenuhi kebutuhan, juga dalam mengenali ragam bisnis yang menyediakan kebutuhannya dan menentukan pilihan. Oleh karenanya, momentum bisnis dapat dijadikan sebagai peluang  memperluas pasar (market expansion).

Dalam konteks ini, brand dapat dipahami sebagai cara bisnis mengartikulasikan diri dan berkomunikasi kepada target pelanggan. Untuk itu keberhasilan perluasan pasar akan sangat ditentukan oleh kekuatan bisnis dalam mengartikulasikan dan mengkomunikasikan dirinya secara baik, tepat dan efektif. Dengan demikian brand dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menggaet target konsumen baru.

3. Brand sebagai Added Value
Kompetisi yang sehat dan percaya diri tidak lagi memandang permainan harga sebagai strategi. Di samping itu, konsumen hari ini juga semakin jeli dan kritis terhadap kualitas. Konsumen tidak segan membeli produk dengan harga yang lebih tinggi dibanding produk serupa lainnya dikarenakan faktor brand, yaitu ketika konsumen mendapatkan produk dengan kualitas menjanjikan, menerima benefits yang jelas, mendapat pelayanan yang ramah, mengakses dengan mudah, dan mengenal identitas yang memorable hingga mendapat experience yang memuaskan. Inilah peran terbesar brand dalam menjamin kelangsungan dan daya tahan bisnis sekaligus sebagai nilai tambah, salah satunya nilai tambah margin pada harga jual. Pada respon ini brand dapat dilihat sebagai bisnis itu sendiri; tentang bagaimana model bisnis dioperasikan, bagaimana bisnis dapat dikenali dan digemari, dan bagaimana konsumen dilayani dan mendapat pengalaman. Oleh karenanya, menyusun strategi brand adalah menyusun strategi bisnis itu sendiri agar siap memenangkan momentum bisnis yang akan berlangsung.

4. Momentum dan Brand Refreshment
Momentum bisnis dapat sekaligus menjadi momentum evaluasi dan refleksi bisnis sekaligus mempersiapkan penyegaran brand. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan dinamika pergerakan permintaan dan penawaran yang terjadi pada saat berlangsungnya momentum. Secara internal, bisnis dapat melakukan pemetaan reason to buy para konsumen, sebab alasan pembelian merupakan daya pikat bisnis terhadap konsumen. Daya pikat ini adalah sekaligus business differentiation yang dapat dikembangkan sebagai key idea of brand. Di samping itu, secara eksternal, pelaku bisnis dapat memetakan pergerakan kompetitor dan tren. Keduanya, internal dan eksternal, adalah faktor penting dalam menentukan dan menyusun strategi bisnis dan pemasaran yang lebih efektif hingga business process yang lebih matang ke depannya.

Inilah empat dari banyak peran brand dalam merespons momentum bisnis. Meski momentum Ramadan dan Idul Fitri telah berlalu, tidak ada salahnya untuk membuat catatan-catatan evaluasi dan bersiap untuk memenangkan momentum berikutnya karena momentum tidak berlangsung hanya sekali. Bahkan sebagai pelaku bisnis, kita dapat menciptakan momentumnya sendiri.