Designing a brand is like building a house. You start by constructing the foundation, then followed by constructing the walls, and finally setting the doors and windows up, and putting the roof on. Working in designing a business brand passes through comparable process.

Say, you are running a new, prospective business. You have labels for your products or services. Your operation management has already satisfactory. You are accurately aiming the target with a prolific demands. Then what next? Planning to turn your business into a brand then is a good sign that you’re inspired. Before you’re ready to act, you ought to master several indispensable base of how a brand is formulated.


These four indispensable actions are helping you to build a brand for your business:


1. Brand Blueprint

Before cutting the cloth and sew it, a tailor is more likely will draw a dress pattern first. The drawing plays its role as a guide of the dress gets its shape. As a business doer, you need the pattern for your business brand, which is called as a blueprint. Your blueprint is your most crucial element to guide you define the identity of your products or services, to ensure your target customers, and to build your engagement system.


Having a good business with a good brand requires a devoted determination to set a S.M.A.R.T. goal setting.

Be Specific! Pursuing your ambition to reach high without owning a strong, obvious identity just wrecking your business. Instead, focus on one personification of your business products or services to add your advantage.

Be Measurable! It means breaking your goal down into measurable achievements. You'll need concrete evidence. Getting more customer awareness is not a measurable goal, I’ll reach doubled instagram visit within three months, is.

Be Attainable! Make sure you have counted all the cost needed to make your goals actionable. You won’t get frustrated since you’ve predicted the situation along with your strengths and weaknesses.

Be Relevant! Walking on the track is another way to say being relevant. All steps that you make have to adjust with the current trend of customers preference.

Be Timely bound! Closely related to measurable, a timely-bound goal is a dream with deadline. Within a period of time, you can monitor each step of the completion.




2. Brand Architecture

After setting up a viable brand blueprint, now you come to the next process of forging a whole brand, brand architecture. Just like an architect who breathe a soul into a building masterplan by making the cardboard model, in this action, you make more detailed and complete strategies of how a brand is going to be put into reality.


A brand is an intangible asset. The output of crafting ideas of a brand is impression occupying the minds of your customer target. It means that distinction matters. To design and construct a distinct, lively brand is by meticulously predicting customer preference, considering the competitive advantages among the sea of sameness, and maintaining all the brand structures. This is really a process of reviving the DNA of your brand.


3. Brand Embodiment

The following base of building a brand is the action of crafting a holistic brand identity. This is the process which supports the mindset cultivation for the customers. The action is called brand embodiment. The process is by putting the attribute of your brand. So, you start dealing with the behavior system which embodies your brand, making your brand touching your senses.


Two important elements which incorporate the behavior system of your brand is verbals and visuals. You need to look up on your brand structures you have set in brand architecture to operate your verbal and visual elements. Through these elements you are guided to present your brand identity that wraps up your products or services.


4. Brand Performance

Your work is getting the ultimate outlook in this action. To perform your brand means to intensively incubating your brand to your customer target, raising brand awareness. This is as essential as the previous actions you have crafted aptly.


Becoming truly a part of your customer experience is everything. Novelty and renewal of your brand will certainly boost up your brand on top. So, beside being intensively making your potential customers rub off your products or services, it’s a very good alternative to back-up your brand incubating scenario with various astonishing moves. You are not only engaging your customers, often your competitors learn your strategies flourishingly and precede your next strikes.


You don’t have to feel edgy for your business sustainability when you are working in building your brand. The four bases as powerful weapon to turn your business into a brand. These practicable strategies have to go hand in hand to result in effective brand equity. Each of them is not merely a chronological stages of forging a brand, but rather a holistic and integrated process that always require evaluation.



---


Mendesain sebuah brand ibarat membangun rumah. Kita memulai dengan membangun pondasi, lalu diikuti dengan membangun dinding, dan akhirnya memasang pintu dan jendela, lalu terakhir memasang atapnya. Membangun sebuah brand bisnis akan melewati proses yang kurang lebih sama.


Semisal kita hendak menjalankan bisnis baru yang cukup prospektif. Banyak hal sudah berjalan baik. Bisnis Anda sudah memiliki label untuk produk atau jasa. Manajemen operasi sudah cukup memuaskan. Kita sudah akurat menargetkan pelanggan potensial. Lalu apalagi?


Buatlah bisnis bekerja layaknya sebuah brand; transform your business into a brand! Sebelum bertindak, kita perlu menengok empat hal tentang bagaimana sebuah brand dibentuk.

1. Brand Blueprint
Sebagai pegiat bisnis, kita butuh cetak biru (blueprint) untuk brand bisnis yang sedang ditekuni. Cetak biru adalah elemen paling penting untuk mendefinisikan identitas produk atau jasa, menentukan target pelanggan, dan membangun sistem customer engagement.

Dalam membangun bisnis baik dengan brand yang baik, kita perlu penetapan tujuan yang S.M.A.R.T. Be specific! Mengejar ambisi untuk meraih profit tinggi tanpa identitas bisnis yang kuat hanya membuat kita menjauh dari target capaian. Jauh lebih berdampak baik bila kita fokus pada personifikasi produk bisnis atau jasa untuk meningkatkan keuntungan. Be measurable! Artinya menyusun tujuan menjadi target-target kecil yang terukur. Jika kita merumuskan tujuan seperti ini: Mendapatkan lebih banyak brand awareness; maka tujuan itu tidak terukur. Mari susun tujuan kita begini: kunjungan instagram meningkat dua kali lipat dalam waktu tiga bulan. Be attainable! Pastikan telah menghitung semua biaya untuk pencapaian tujuan. Kita bisa meminimalisir frustrasi karena telah memperkirakan situasinya seiring dengan kelebihan dan kekurangan dari bisnis yang tengah digeluti. Be relevant! Menjadi relevan artinya mengikuti  tren preferensi pelanggan saat ini, tanpa kehilangan ciri khas bisnis. Be timely bound. Orang bilang time is money. Dalam menyusun strategi pencapaian tujuan, kita harus memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan, agar biaya efisien dan target terpenuhi.


2. Brand Architecture
Setelah menyusun cetak biru brand yang S.M.A.R.T, kita menuju proses brand architecture. Sama seperti seorang arsitek yang mengembuskan napas ke dalam masterplan bangunan dengan membuat maket. Di tahap ini, kita membuat strategi yang detail dan lengkap untuk menghidupkan sebuah brand.


Brand adalah intangible asset. Hasil dari proses kreasi brand inilah yang akan menciptakan persepsi di benak pelanggan. Di tahapan inilah kita mengkreasi seoptimal mungkin sisi keunikan yang membedakan dengan brand lain (distinctive aspect). Menghidupkan brand yang memiliki keunggulan kompetitif melibatkan proses beberapa hal, di antaranya prediksi preferensi pelanggan, analisis kompetitior dan iklim kompetisi, dan perumusan elemen-elemen brand. Dengan kata lain, tahap ini adalah proses perumusan DNA brand.

3. Brand Embodiment
Jika brand architecture adalah ruh, maka brand embodiment adalah tubuhnya. Pada tahap ini, identitas brand dilengkapi secara holistik. Inilah tahapan yang mendukung penanaman mindset pada pelanggan. Proses utamanya adalah menempatkan atribut brand kita secara presisi. Atribut brand meliputi behavioral system yang menjadi ciri khas sebuah brand; yang memungkinkan terjadinya interaksi brand dengan semua panca indera.

Dua elemen penting yang menysun behavioral system brand adalah sistem verbal dan visual. Kita perlu melihat elemen-elemen brand yang telah ditetapkan dalam brand architecture untuk membuat sistem verbal dan visual brand bekerja. Melalui elemen ini, kita dipandu menyajikan identitas brand yang menyusun tubuh brand bisnis kita.

4. Brand Performance
Tahapan pamungkas dalam membangun sebuah brand adalah brand performance. Kita secara intensif melaksanakan inkubasi brand kepada target pelanggan Anda, untuk meningkatkan kesadaran brand. Proses ini tak kalah penting dari proses-proses sebelumnya yang telah kita desain dengan cermat.

Kita sepakat bahwa dalam sebuah bisnis, pengalaman pelanggan adalah segalanya. Jadi, selain secara intensif membuat pelanggan potensial Anda familiar dengan produk atau layanan kita, kita perlu membekali diri dengan kebaruan-kebaruan (novelty) menghentak yang tidak diduga sebelumnya. Sebab seringkali kompetitior cepat mempelajari strategi dan sigap mengantisipasi sepak terjang kita.

Kita cukup merasa tenang akan keberlanjutan bisnis ketika bisnis bekerja selayaknya brand bekerja. Keempat hal di atas adalah senjata ampuh untuk mentransformasi bisnis Anda menjadi brand. Strategi praktis ini harus berjalan seiring untuk menghasilkan brand equity yang efektif. Masing-masing tidak hanya merupakan tahap kronologis yang menghidupkan sebuah brand, melainkan sebuah proses holistik dan terpadu yang senantiasa memerlukan evaluasi.