Kehidupan sehari-hari kita sedang mengalami transformasi kebiasaan. Mulai dari kebiasaan diri sendiri di kamar tidur, sampai kebiasaan saat kita berbagi di ruang publik. Transformasi terjadi seiring penetrasi inovasi teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada aspek yang luput dari munculnya kebiasaan-kebiasaan baru, karena yang mengalami shifting adalah manusianya.

Adalah andil disrupsi yang mencipta efisiensi, mempraktikkan akselerasi, dan melahirkan budaya kenormalan baru (the new normal). Sehingga apa yang kita lakukan sehari-hari beberapa waktu lalu, sekarang kita kerjakan dengan pola yang baru. Pembayaran non-tunai (cashless payment), kurir online, belajar online, belanja online. Banyak aktivitas kita bergeser ke platform yang juga mengalami disrupsi itu.

Sebagai business doers yang bercermin pada disrupsi, mari mengecek apakah kita sudah menjadi bagian dari disrupsi itu sendiri. Memposisikan diri kita di jalan yang diambil oleh pelanggan kita. Memastikan relevansi masih terjaga. Jika tidak, harus bergegas mendisrupsi diri. Ini respon yang diambil oleh kami di BASIC|LUDO, agar menjadi bagian dari masyarakat disrupsi.

Ada tiga habitus utama yang BASIC|LUDO lihat mengalami shifting yang berarti. Anggaplah Anda hendak berpelesir keluar kota dalam waktu dekat, namun sebagai konsumen urban hampir tidak mungkin Anda mengatur waktu Anda untuk mempersiapkannya dengan ‘cara lama’.

Pertama terpikir adalah membuka aplikasi di smartphone Anda, seperti Traveloka atau Airy untuk menemukan tiket dan hotel murah. Setelah itu Anda akan melakukan pembayaran menggunakan m-banking. Tiket dan hotel sudah beres, tinggal outfit liburan agar foto-foto liburan terlihat keren di media sosial. Ada banyak pilihan di aplikasi e-commerce sejenisnya. Aplikasi berikutnya yang biasanya dibuka adalah media sosial, atau YouTube yang mengulas destinasi wisata. Melihat dan membaca ulasan jadi penting, agar liburan singkatmu tidak sia-sia. Lainnya, saat menunggu kereta tiba atau jeda antar satu spot ke spot berikutnya akan ada banyak saat-saat menunggu, maka aplikasi hiburan games, cerpen online, dan film berlangganan dalam segenggam smartphone juga harus siap tersedia.

Inilah shifting pada perilaku manusia itu, kebiasaan yang terdigitalisasi. Kebutuhan tersier yang berganti menjadi primer. Pola hidup yang mobile only karena semua bisa dikerjakan dalam sekali waktu, dari satu tempat di mana kita berada sekarang. Begitu pula konsumen kita sehari-harinya. Kegiatan jual-beli masih selalu ada, hanya sekarang semua terjadi lewat platform. Transaksi pun terjadi tanpa menggunakan uang tunai. Bersama itu muncul kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan akan kemudahan, kecepatan, practicality, dan meaningful experience. Saatnya kita selalu aware dengan kondisi ini dan kreatif mewujudkan apa yang disukai konsumen.