To design a packaging is to design a modest journey of human senses.


Ada perjalanan pendek yang personal dalam membuka kemasan suatu produk. Perjalanan yang (harapannya) diakhiri dengan kepuasan konsumen saat merasakan produk utk pertama kali -- Sense the product for the first time. Whether you want it to be an alluring journey or just plain direct, it all depends of how you need your consumers to experience your product.

Kemasan (packaging) adalah bentuk transformasi dari wadah. Tempat manusia menyimpan atau membawa barang. Sampai dengan hari ini fungsi kemasan sudah meluas ke 4 fungsi besar yaitu:
• container: wadah barang/produk
• storage & deliver: penyimpanan dan pengiriman
• display: tampil, product signature
• menchandise/gimmick: memorable/ collectible items

Pada dasarnya proses mendesain suatu kemasan mengikuti direktori alat indera. Sebagian besar dari proses perancangannya memperhatikan alur alat indera yang digunakan. Mulai dari produk didisplay sampai ke tangan konsumen. Alur alat indera yang paling umum adalah mata (visual) lalu diikuti dengan kulit (touch). Alat indera yang lainnya yang akan mengikuti disesuaikan dengan jenis produknya.

Beban visual dalam proses desain kemasan terutama untuk produk-produk yang dijual di dalam toko fisik, sangat tinggi, apalagi dalam proses perancangan kemasan produk baru. Dari sekian banyak produk yang didisplay dalam toko, kemasan harus mampu menarik perhatian target konsumen untuk bisa mendapatkan porsi dalam proses keputusan membeli. From before the sales through after the sales. Visual needs to represent other senses. Disini beban visual sangat tinggi karena harus memberikan proyeksi pengalaman produk yg ada di dalamnya. Pengalaman memakan, mencium, mengenakan dan sebagainya.

Dalam konteks produk DIY Business, alur alat indera dalam proses perancangan kemasan sedikit berbeda penerapan fungsinya. Karena dalam DIY business  terutama yang melakukan strategi penjualan di platform social media, pengalaman konsumen ada pada titik after the sales. Yang artinya sangat singkat namun menantang. Karena peran kemasan disini adalah konfirmasi akhir consumer buying experience. Contohnya pada kasus konsumen membeli produk apparel jaket. Konsumen sejak memilih pada katalog produk di social media atau pun website , membangun suatu pendapat tentang jaket tersebut, bagaimana penampilannya setelah memakai jaket tersebut, bagaimana jaket tersebut akan difungsikan dan sebagainya. Selain produk diharapkan utk perform, kemasan yang mereka terima akan menjadi alat konfirmasi konsumen tentang produknya (minimal pada tataran psikologis) dan juga hal ini berpengaruh pada tingkat kepuasan konsumen.

Bergerak dari fungsi kemasan yang sudah dijelaskan diawal, proses perancangan kemasan perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

Experience Offering

Seperti yang sudah disebutkan di awal, bahwa mendesain sebuah kemasan adalah sebuah titik awal pengalaman konsumen terhadap produk, karena itu penting untuk mendefinisikan dan menjelaskan pengalaman apa yang mau dibagi oleh business owner melalui produknya. Hal ini untuk menentukan pendekatan pesan komunikasi dan mood desain kemasan yang akan disusun. Dari sini kita bisa juga menimbang proporsi informasi yang dibutuhkan pada kemasan tersebut. Fungsi display dan gimmick berperan disini.

Product Specs

Produk adalah focal point dari mendesain kemasan. Sudah sewajarnya pengetahuan tentang produk menjadi hal yang perlu diperhatikan saat men-desain kemasan. Pengetahuan dan informasi produk harus diketahui secara lengkap, dari bentuk dan sifat fisik sampai ke product journey konsumen. Misalnya akan sangat berbeda perlakuan desain kemasan makanan dan pakaian. Dibandingkan kemasan pakaian, kemasan makanan harus lebih memperhatikan umur dan jenis makanan yang dijual. Hal ini akan berpengaruh kepada ukuran, bentuk dan material kemasan produk yang sedang dirancang.

After Purchase

Titik akhir sebuah kemasan ada di konsumen. Kemasan hari ini sebaiknya juga memikirkan bagaimana produk akan memorable bagi konsumen. Double functions, eco packaging or just reusable, its up to (again) what experience do you want your consumers feel about the product dan sebuah kemasan memberi peran di bagian itu. Sekarang bahkan sudah tidak sedikit para desainer menjadikan kemasan sebagai another product contohnya banyak para penjual sepatu membungkus produknya dengan drawstring bag. Para DIY Business khususnya yang menggunakan platform online untuk berjualan,  menaruh perhatian tinggi pada desain kemasan untuk mengisi kekosongan pengalaman konsumen yang biasanya memiliki pengalaman memilih produk di toko fisik.